Jumat, 18 April 2014

NoTittle

Dya yang mengisi hati aku untuk sekarang, Dya yang mulai masuk dalam cerita hidup aku terhitung bulang Oktober 2013. Dya yang dulunya selalu ada disaat aku butuh, Dya yang selalu menjadi teman begadang aku sampai pagi, Dya yang selalu stalking bbm, twitter, dan watsap aku, Dya yang aku sayang dengan hati totally, Dya yang sangat aku rindu sampai detik ini (18 April 2014).

TAPI,,, sekarang aku bahkan tidak mengenal dya lagi. Keadaan dan situasi membuat semua berubah total. Ga ada lagi perhatian seperti dulu, Ga ada lagi teman begadang yg selalu menemani aku, Ga ada lagi orang yg ngingetin aku buat makan.. 

Semua berubah setelah kejadian di bulan februari. rasa marah, benci, kecewa menyelimuti hati dan pikiran aku. Dalam hitungan detik kita ibarat orang yang sudah tidak saling mengenal, ga ada komunikasi lagi diantara kita. Dan dalam hitungan hari, terjadi prakontra antara hati dan pikiran aku. Pikiran aku mengatakan "untuk tidak memulai lagi komunikasi dengan kamu, cukup sampai disini saja". Tetapi hati aku mengatakan "apa harus diakhiri seperrti ini? memaavkan orang yg dekat dengan kamu bukanlah suatu kesalahan. Sekali seseorang berbuat jahat bukan berarti dya orang jahat, dan sekaliseseorang berbuat baik bukan berarti dya orang baik". dan hati aku juga berkata "sakit rasanya ketika kita saling diam dengan orang yang kita sayang, kalaupun akan berakhir biarkan waktu dan jarak yang akan mengakhirinya".

Hanya karna untuk menimbang pertemanan dan kedekatan kita plus menimbang hati aku yang semakin hari semakin ga karuan karna ga komunikasi dengan kamu, aku mengabaikan rasa gengsi yang ada, aku mengabaikan rasa kecewa, benci dan marah aku kepada dya, aku mulai untuk bbm dya duluan. Tapi dya bener-bener dingin seakan semua ini kesalahan aku. bahkan sampai detik ini kedinginan itu masih aku rasakan. 

Walaupun dya mengatakan tidak tapi feling seorang wanita cukup tinggi untuk menilai perasaan seseorang. Dya mengatakan tidak sementara prakteknya (sikap dan sifatnya) menunjukkan bahwa dya menjaga jarak untuk berkomunikasi dengan aku. Dan sekarang, aku hanya berpura-pura "fine" didepan semua orang. Aku memakai topeng "baik-baik saja" sementara hati ini terlalu sakit untuk menerima semua perlakuan dari orang yang aku sayangi. Aku lelah, aku capek, rasanya sudah tidak sanggup lagi, tapi hati ini tidak bisa menerimanya, hati aku selalu meyakini tanpa aku mengakiri semua akan diakhiri waktu dan jarak kelak, jadi jalani saja. Intinya hati ini masi belum bisa untuk mengikhloaskan dya yang aku sayang. Rasa sayang yang terlarang. [it just about you, mr sok cool]